METEOR JATUH – suara menggelegar

Monumen Meteorit

Peristiwa yang menggemparkan warga desa dengan suara menggelegar bagai ledakan bom merupakan kejadian langka di dunia. Ini terjadi pada hari Jum’at  tanggal 11 Mei 2001 tepat jam 09.00 WIB di desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Ketika itu para petani tengah mengolah tanah di ladang tembakaunya. Tiba tiba terdengar suara gemuruh dari langit disertai ledhakan dhahsyat berkali-kali dan terakhir sebuah ledhakan hebat disertai gumpalan asap gelap. Semua itu terjadi dalam waktu yang singkat. Para petani di lading ketakutan dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah asap gelap mulai sirna mereka mendekati sumber ledhakan terakhir di tepi jalan diatas tanah bengkok Sekretaris Desa itu. Ternyata ditemukan tiga buah batu hitam masing masing sebesar kepalan tangan manusia dan sebuah lubang yang hangus terbakar selebar 1 meter dengan kedalaman 1 meter. Para petani itu tak berani menyentuh benda asing itu, oleh karenanya segera melaporkan kepada Kepala Desa Siswadi, BA dan berlanjut kepada pihak berwajib.

Itulah sebuah batu meteor yang jatuh, untunglah tidak menimpa perkampungan penduduk. Kabar jatuhnya meteor segera tersebar dan dilansir di berbagai media massa. Masyarakat sekitar kemudian berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk menyaksikan bekas jatuhnya benda asing itu. Tiga batu meteor yang hanya berupa serpihan hitam diamankan kepala desa untuk bahan penelitian pihak yang terkait.

Ternyata peristiwa langka di dunia ini menarik perhatian Institut Sains dan Teknologi “AKPRIND” Yogyakarta untuk melakukan penelitian. Hasilnya  dilaporkan bahwa batu meteor tersebut mempunyai kandungan zat sebagaimana tertuang dalam table berikut. Pihak AKPRIND Yogyakarta juga membangun Monumen Meteorit yang lokasinya tepat di tempat jatuhnya batuan angkasa tersebut pada koordinat 07’ 19’ 08.9 LS  – 110’ 05’ 19.0 BT. Peresmian dilakukan Rektor AKPRIND Prof. Dr. Bambang Soedojono WA pada  tanggal  20 Pebruari 2002 dan disambut hangat dengan penampilan berbagai kesenian dari desa Wonotirto dan sekitarnya.

Dibangunnya Monumen Meteorit ini menambah obyek dan tujuan wisata di Kabupaten Temanggung. Route perjalanan wisata bisa dikemas dalam satu paket Wisata adventute yaitu ‘Tracking Sumbing Mount’, dengan route : Desa Wisata ‘Balekambang’ – Prasasti Gondosuli – Monumen Meteorit – Gunung Sumbing. Transportasi menuju lokasi mudah dijangkau dengan kondisi jala yang memadai.

Analisis Kandungan Kimis Batu Meteor

Zat Kimia

Prosentase dari Berat
SiO 49,34
TiO 0,82
AlO 12,83
FeO 19,56
MnO 0,00
MgO 6,30
CaO 11,9
NaO 0,14
K.O 0,04
P.O 0,01
H.O 0,31
Hilang dibakar 0,72

Kandungan Logam

Berat

Sb 0 ppm
Ni 16 ppm
Sr 52 ppm
Au 6 ppb
Ti 9.900 ppm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: